DENPASAR - Minat wisatawan asing yang berpergian
menggunakan kapal pesiar ke Bali lewat Pelabuhan Benoa, Denpasar, tetap
tinggi. Diperkirakan sekira 40 ribu penumpang akan singgah di Benoa pada
2013.
"Tahun 2013, ada 30 cruise calls, diharapkan ada penambahan, dengan jumlah wisatawan asing ditargetkan antara 30-40 ribu orang," kata General Manager Pelindo III Benoa, Iwan Sabatini, di Denpasar, Kamis (27/12/2012).
Sementara, pihak pelabuhan telah menutup layanan kapal cruise untuk tahun 2012 dengan realisasinya 35 cruise calls. Kapal terakhir yang merapat ke Benoa adalah MV Silver Shadow pada 23 Desember 2012 yang mengangkut 300 orang penumpang.
Jika melihat capaian jumlah kapal pesiar yang datang, kata Iwan, tahun ini realisasinya sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 35 calls. Namun, dari sisi jumlah penumpang terjadi peningkatan, di mana tahun lalu tercatat hanya 21 ribu penumpang.
"Tahun ini, mencapai 27 ribu yang datang, jadi ada peningkatan jumlah penumpang, yang diangkut beberapa kapal berdimensi besar," imbuhnya.
Hal lain yang juga perlu dicatat, pelabuhan kapal pesiar terbesar di Bali telah mampu melayani penumpang dengan pola turn arroud port atau berganti kapal. Ada dua kapal besar yang mendapat pelayanan turn arroud port, yakni Seven Seas Voyager dan Seabourn Odyssey.
Untuk tahun depan, pihaknya akan lebih banyak memberikan pelayanan kepada 30 kapal pesiar. Dari jumlah itu, 12 di antaranya akan mendapat pelayanan turn arround port.
Tentu saja, dengan pola pelayanan seperti itu, akan memberi dampak positif atau multiplayer effect kepada Bali dibanding pola port destination saja. Manfaat diperoleh, pertama, jika dengan pola port destination penumpang yang turun atau naik jumlahnya sama. Tidak terjadi peningkatan jumlah dan tidak ada biaya transaksi kecuali hanya belanja.
Sebaliknya, dengan layanan pola ganti kapal maka akan terjadi multiplayer effect yang cukup besar di Benoa, seperti mereka menginap di hotel di Bali selain sudah berwisata sendiri. Mereka bisa lebih lama lagi berlibur menikmati keindahan di Pulau Bali. Demikian juga, dari sisi jasa transportasi akan meningkat.
Selain itu, wisatawan bisa menentukan sendiri kapal pesiar dari Benoa. Artinya, mereka yang turun dari pesawat, berminat menggunakan kapal pesiar juga telah tersedia di Benoa.
Kini, paket pasar telah banyak menawaran pelayanan Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan turn arroud port. Dengan begitu, akan lebih banyak penumpang turun ke Bali, minat mereka berwisata pun semakin besar.
Untuk meningkatkan pelayanan tersebut, otoritas pelabuhan telah melakukan berbagai pembenahan depan mulai penambaham atau perluasan ruang tunggu serta sarana alat angkut barang dari terminal ke kapal atau sebaliknya.
Pihaknya juga telah meningkatkan pelayanan atau dukungan bagi masuknya kapal pesiar untuk wisatawan asing dari kesiapan alur minus 10 sampai minus 11. Sedangkan untuk kolam, telah disiapkan minus 10 akan lebih ditingkatkan minus 11 yang kesemuanya tergantung kebutuhan pasar.
"Tahun 2013, ada 30 cruise calls, diharapkan ada penambahan, dengan jumlah wisatawan asing ditargetkan antara 30-40 ribu orang," kata General Manager Pelindo III Benoa, Iwan Sabatini, di Denpasar, Kamis (27/12/2012).
Sementara, pihak pelabuhan telah menutup layanan kapal cruise untuk tahun 2012 dengan realisasinya 35 cruise calls. Kapal terakhir yang merapat ke Benoa adalah MV Silver Shadow pada 23 Desember 2012 yang mengangkut 300 orang penumpang.
Jika melihat capaian jumlah kapal pesiar yang datang, kata Iwan, tahun ini realisasinya sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 35 calls. Namun, dari sisi jumlah penumpang terjadi peningkatan, di mana tahun lalu tercatat hanya 21 ribu penumpang.
"Tahun ini, mencapai 27 ribu yang datang, jadi ada peningkatan jumlah penumpang, yang diangkut beberapa kapal berdimensi besar," imbuhnya.
Hal lain yang juga perlu dicatat, pelabuhan kapal pesiar terbesar di Bali telah mampu melayani penumpang dengan pola turn arroud port atau berganti kapal. Ada dua kapal besar yang mendapat pelayanan turn arroud port, yakni Seven Seas Voyager dan Seabourn Odyssey.
Untuk tahun depan, pihaknya akan lebih banyak memberikan pelayanan kepada 30 kapal pesiar. Dari jumlah itu, 12 di antaranya akan mendapat pelayanan turn arround port.
Tentu saja, dengan pola pelayanan seperti itu, akan memberi dampak positif atau multiplayer effect kepada Bali dibanding pola port destination saja. Manfaat diperoleh, pertama, jika dengan pola port destination penumpang yang turun atau naik jumlahnya sama. Tidak terjadi peningkatan jumlah dan tidak ada biaya transaksi kecuali hanya belanja.
Sebaliknya, dengan layanan pola ganti kapal maka akan terjadi multiplayer effect yang cukup besar di Benoa, seperti mereka menginap di hotel di Bali selain sudah berwisata sendiri. Mereka bisa lebih lama lagi berlibur menikmati keindahan di Pulau Bali. Demikian juga, dari sisi jasa transportasi akan meningkat.
Selain itu, wisatawan bisa menentukan sendiri kapal pesiar dari Benoa. Artinya, mereka yang turun dari pesawat, berminat menggunakan kapal pesiar juga telah tersedia di Benoa.
Kini, paket pasar telah banyak menawaran pelayanan Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan turn arroud port. Dengan begitu, akan lebih banyak penumpang turun ke Bali, minat mereka berwisata pun semakin besar.
Untuk meningkatkan pelayanan tersebut, otoritas pelabuhan telah melakukan berbagai pembenahan depan mulai penambaham atau perluasan ruang tunggu serta sarana alat angkut barang dari terminal ke kapal atau sebaliknya.
Pihaknya juga telah meningkatkan pelayanan atau dukungan bagi masuknya kapal pesiar untuk wisatawan asing dari kesiapan alur minus 10 sampai minus 11. Sedangkan untuk kolam, telah disiapkan minus 10 akan lebih ditingkatkan minus 11 yang kesemuanya tergantung kebutuhan pasar.














